Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

MPC Marketing Pengusaha CK

Ekonomi kerakyatan didengungkan sejak lama dimanapun. Sebagai salah satu bagian masyarakat Indonesia, Komunitas CK sebagai salah satu komunitas yang terdiri atas masyarkat kelas manapun, ambil bagian untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan itu sebagai langkah tujuan untuk rakyat Indonesia.

Marketing Pengusaha CK, atau singkatnya MPC. CK Manajemen sebagai media penyampai program CK. Dengan konsep Lebah CK, membuat satu program yang diluncurkan di awal 2017 ini. Yang sedianya akan diluncurkan di tanggal 25 Feberari 2017, nanti bersama seluruh Kedai CK Nusantara di Yogyakarta.

MPC, demikian program di 2017 yang dikeluarkan oleh CK Manajemen. Merupakan Paket Aktivasi, pendaftaran anggota CK sekaligus paket RO dengan SN auto terinput saat didaftarkan. Berbeda dengan paket aktivasi sebelumnya. Yang akan mendapatkan isi paket sebagai berikut:

20 Bungkus CK, 1 Bungkus Assikha Gold, Toolkit (Brosur CK, Brosur MPC, Stiker, Vital Sign dan CD Lebah CK).

Melalui program MPC ini diharapkan akan muncul para pengusah CK yang handal di masyarakat yang akan membuktikan ekonomi kerakyatan secara nyata, dengan konsep berbagi Lebah CK. Konsep Berbagi Lebah CK sebagai konsep dasar. Yaitu suatu sistem marketing & sarana distribusi yang dibuat CK Manajemen untuk Clubber CK & Kedai CK Nusantara. Beriman, Berwirausaha dan Berbudaya sebagai landasannya untuk mewujudkan Ekonomi Kerakyatan, bagi Rakyat Indonesia, yang mengedepankan prinsip prinsip berbagi. (ckmedia)

Bagi Hasil atas Omzet Nasional Rokok CK

Untuk segera meyakinkan seluruh masyarakat Indonesia umumnya, dan anggota Komunitas CK khususnya, akan semangat berbagi. CK Manajemen sebagai media serta pengelola distribusi produk CK seluruh nusantara. CK Manajemen mengeluarkan tambahan bonus, atas prestasi para pengusaha CK, yang berhasil lakukan konsep berbagi Lebah CK. Yaitu peringkat yang diberikan kepada Clubber CK, yang memiliki prestasi dalam pengembangan jaringan dengan Lebah CK. Prestasi tersebut berupa peringkat berdasarkan bintang. Clubber CK yang berperingkat bintang akan mendapatkan bagi hasil atas Omzet Nasional dari belanja ulang (RO) tiap periodenya.


Bonus Bintang CK 2017
Adapun syarat yng hrus dipenuhi sebagai bukti prestasi berup bintang tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Sudah mensponsori minimal 5 orang yang terdaftar sebagai anggota CK (JBC, CKB, CKM dan MPC)
  2. Terjadi Full Matrix 3, sampai generasi ke 4, bisa tidak harus urut. ( contoh: Front 2,3 dan 5)
Dalam pelaksanaannya, bonus perbintangan akan diberikan setiap periode, atau 2x dalam satu bulan. Dan akan dimulai sejak Maret 2017. Prestasi perbintangan ini tak lain adalah; selain menambah semangat para pengusah CK, pendukung program MPC 2017, serta tekad CK Manajemen wujudkan ekonomi kerakyatan, walaupun hanya sebagai pengkonsumsi kretek, yang banyak dicemooh masyarakat Indonesia, yang memng belum tahu sebenarnya. (ckmedia)

Detoksifikasi dengan rokok Cigarskruie

Detok? Masa rokok bisa ada proses detok? Bukankah rokok membunuhmu?

Cigarskruie adalah kretek dari tembakau dan cengkeh pilihan berkulitas, dengan kesempurnaan racikan rempah alami nusantara, dengan peramu yng telah berpenglaman 35 tahun. Dengan paduan tembakau, cengkeh dan saus rempah-rempah tersebut berikan beberapa manfaat buat tubuh. Dikarenakan perubahan suatu wujud zat tidak merubah manfaat yang terkandung di dalamnya. Pengkonsumsian Cigarskruie sehingga memberikan manfaatnya, karena ada 12 macam rempah penyusunnya. Seperti yang disampaikan Prof.Dr. Sutiman Bambang Sumitro, SU.DSc; bahwa ” …yang berbahaya di rokok adalah asapnya yang berasal dari saus/perasa zat kimia, bukan dari tembakaunya…”.

Berdasarkan pengalaman serta bukti empiris konsumen Cigarskruie di berbagai daerah di Indonesia. Perokok aktif yang menghisap Kretek Cigarskruie (#CK) saat pertama kali akan merasakan kenikmatan rasa, tubuh segar, baik setelah aktivitas sehari-hari maupun setelah bangun tidur di pagi hari. Hal ini berarti zat racun (residu zat kimia) dalam tubuhnya berkadar rendah. Sebagian orang akan merasakan pahit, tenggorokan panas, pusing, gatal, mual, muntah dan sebagainya. Ini merupakan reaksi dari proses bekerjanya rempah-rempah Cigrskruie yang meluruhkan dan mengeluarkan zat racun (detoxification) dari darah, paru-paru serta tubuh. Bagi perokok pasif yang terpapar asap kretek Cigrskruie (secara tidak langsung) bisa terjadi detoksifikasi seperti dialami perokok aktif.

TAR dan NIKOTIN pada Rokok Berbahaya ??

Begitu kita mendengar kata Nikotin dan tar, yang muncul di kepala kita adalah yang pertama adalah rokok dan yang kedua adalah merokok membunuhmu. Hampir seluruh masyarakat Indonesia, bahkan dunia sudah seperti momok atau pikiran negatif yang muncul. Pada dasarnya hanya ketidak tahuan kita semua saja yang mendasari.

Oke, mari kita mulai mengenal lebih dekat apa itu Nikotin dan Tar tersebut. Nikotin dan Tar memang merupakan zat yang terkandung dalam rokok, namun tahukah anda bahwa nikotin juga terdapat pada tanaman yang biasa kita konsumsi sehar-hari bahkan?


Nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang secara alami dihasilkan pada berbagai macam tumbuhan, terutama pada suku terung-terungan (Solanaceae) seperti tembakau dan tomat. Pada umumnya nikotin terdiri dari karbon, hidrogen, nitrogen dan terkadang juga oksigen. Senyawa kimia alkaloid ini memiliki efek kuat dan bersifat stimulant terhadap tubuh manusia. Contoh lain dari senyawa alkaloid ini misalnya, kafein yang juga memiliki efek stimultan pada tubuh.

Selain pada tembakau, nikotin juga terdapat pada beberapa sayuran yang biasa bahkan sering kita konsumsi sehari-hari, berikut ini beberapa tanaman yang mengandung nikotin dan kadarnya:

Kembang Kol 3,8 gram/perbuah
Terong 100 gram/perbuah
Kentang 15,3 gram/perbuah
Kulit Kentang 4,8 gram/perbuah
Tomat Mentah 42,8 gram/perbuah
Tomat Matang 4,1 gram/perbuah
Daun Tembakau 4 % per 100 gram

U.S. Congress pada tahun 1990 menyatakan, nikotin membuat tubuh merasa relaks, lebih energik dan bersemangat, atau bahkan sebaliknya. Efek ini biasanya dikenal sebagai biphase effect. Nikotin akan diserap tubuh (darah), diringi dengan pelepasan adrenalin dan penghambatan beberapa hormon. Disamping itu, nikotin juga merangsang otak dengan membuat zat endorphin lebih banyak dari keadaan normal. Struktur kimia endorphin hampir sama dengan obat penghilang rasa sakit seperti morphine.

Efek tersebut tak hanya timbul dari rokok atau tembakau namun bisa juga dari tanaman lain yang mengandung nikotin. Hal ini tergantung pada seberapa banyak kadar nikotin yang diserap oleh tubuh. Pada kasus rokok, nikotin juga akan terlepas setelah proses pembakaran sehingga asap rokok pun masih mengandung nikotin yang bisa terhisap.

Sedangkan, Tar adalah senyawa kimia dan kumpulan bahan kimia yang akan beredar dalam asap hasil pembakaran. Bentuk asli tar adalah cairan yang warnanya kecokelatan. Kebanyakan tar dihasilkan dari batubara. Namun, bisa juga dari minyak bumi, gambut, dan kayu. Dalam hal ini, Tar juga dihasilkan beberapa jenis bahan konsumsi, seperti Sate atau Ayam bakar. Sebagai makanan yang tersedia akibat proses pembakaran, Sate, Ayam Bakar, maupun olahan lain yang dibakar tentu mengandung Tar dengan kadar yang beragam. Karena itu, masyarakat Indonesia kerap menyajikan olahan makanan bakar dengan acar atau lalapan.

Masyarakat Indonesia telah mengenal kebiasaan ini sejak lama. Acar maupun lalapan biasa disajikan untuk makanan dengan faktor resiko penyakit yang cukup tinggi. Ini membuktikan masyarakat Indonesia secara adaptif mampu mengurangi faktor resiko dari makanan-makanan enak agar tetap bisa disantap.
Hal ini juga ditemukan pada rokok kretek. Kretek sebagai rokok yang khas Indonesia juga menggunakan cengkeh sebagai campuran bahan baku. Tentu perlu diketahui jika cengkeh memiliki manfaat untuk kesehatan. Karena itu, cengkeh menjadi semacam lalapan bagi sajian rokok. Saat menjalani kehidupan, nikotin dan tar memang jadi senyawa yang tidak bisa kita hindari. Terutama nikotin karena merupakan zat alami yang ada pada tanaman. Perlu bijak menanggapi zat-zat yang dapat menjadi faktor risiko pada tubuh ini, jika memang tak mungkin dihindari konsumsilah secara bijak. Pada dasarnya segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, bukan?

Nikotin dan Tar dikalangan perokok mungkin hanya sekedar label tertempel di bungkus rokok atau kretek. Seperti pembahasan, kami akan tambahkan beberapa informasi mendasar tentang bagaimana tulisan angka Tar dan Nikotin di bungkus rokok atau kretek dihasilkan. Kami berhasil menemui Kepala UPT PSMB Lembaga Jember; Ibu Desak Siksyawati saat Expo Jember 2016, di kantor beliau. PSMB Lembaga Tembakau Jember selain memiliki Museum Tembakau yang sudah anda kenal, ternyata memiliki Laboratorium yang terakreditasi SNI dan KAN. Hal inilah yang membuat kami diajak berkeliling untuk mengetahui langsung bagaimana proses Tar dan Nikotin tersebut dihasilkan. Perjalanan kami nanti bisa anda saksikan di video yang kami published di bagian bawah.

Dari paparan serta penjelasan langsung beliau dan beberapa ahli laboratorium di Lab PSMB Lembaga Tembakau Jember itu, bahwa tulisan yang terdapat di bungkus rokok/kretek tersebut dihasilkan dari proses penelitian sejumlah 20 batang rokok/kretek dengan serangkaian proses laboratorium, yang akhirnya mendapat angka tersebut. Contoh sepertiterlihat di gambar di atas, untuk tar dan nikotin pada kretek rempah Cigarskruie, tertulis 0,92 mg Nikotin, 31 mg Tar. Berdasarkan informasi dari laboratorium PSMB Lembaga Tembakau Jember tersebut, angka itu bukan berasal dari tiap batang rokok/kretek, melainkan berasal dari 20 batang rokok/kretek. Semoga hal ini menjadikan kita semua lebih memahami, tahap demi tahap apakah nikotin dan tar tersebut. Tidak hanya memakan propaganda anti rokok begitu saja, tanpa memakai keilmuan dan akal anda. Salam sehat dan sejahtera. (ckmedia)

CK DI BUKIT SULAP, LUBUKLINGGAU


Dimana energi Komunitas Kretek Rempah Indonesia berkumpul, saling bersilahturohmi, untuk kemaslahatan umat. CK hadir dari rakyat, oleh rakyat & untuk rakyat. Seperti di #SLOFTCK, Bukit Sulap, kota Lubuklinggau menjadi salah satu Pesona Wisata Lubuklinggau. Melalui visi & misi CK, yaitu salah satunya Ekonomi Kerakyatan. Serta peduli akan Budaya Nusantara.

Kenapa Harus Rokok CK?


Kretek bukan rokok? pertanyaan ini sepertinya aneh terdengan di telinga. Karena kedua hal tersebut sepertinya sama saja. Paradigma tentang rokok memang telah berhasil ditanamkan di otak bawah sadar manusia Indonesia, bahwa Merokok Membunuhmu. Sehingga semua hal berkaitan dengan rokok ataupun kretek itu selalu negatif. Benarka demikian? Di bawah ini mungkin bisa membuka sedikit pola pikir kita bersama.
.
Apa bedanya Cigars Kruie dengan rokok yang lain?
Cigars Kruie adalah Kretek Rempah bukan Rokok
.
Kenapa Cigars Kruie disebut Kretek Rempah ?
Cigars Kruie merupakan Kretek bukan rokok, yang tetap menggunakan Tembakau dan Cengkeh, tetapi menggunakan saos dari ektrak rempah-rempah alami, bukan saos kimia.
.
Kenapa Kretek bukan rokok ?
Karena sejarah Kretek berbeda dengan sejarah rokok. Rokok mulai ada di Indonesia sejak 1970-an sedangkan Kretek sudah ada sejak jaman Sultan Agung, Hamengkubuwono 1, dan catatan sejarah 
Kretek (Museum Kretek, Kudus) ada sejak awal tahun 1890-an.
.
Sejarah Kretek sendiri bagaimana ?
Seperti yang ada di beberapa buku serta narasumber yang pernah kami temui, yang memiliki kedekatan baik dan masih sugeng (sugeng= bahasa jawa; artinya hidup). Bahwa kretek sejak awal dibuat sebagai obat sakit tenggorokan dan sesak nafas, oleh Haji Djamhari, Kudus. Bisa anda saksikan beberapa datanya di Museum Kretek, Kudus Indonesia.Beda dengan rokok yang muncul karena desakan pertumbuhan industri. Sehingga mengindahkan alasan awal dibuatnya rokok sebagai obat. Tapi berdasarkan teori ekonomi, sehingga mengganti beberapa ramuan sausnya dengan bahan sintetis/buatan, yaitu saus yang tersusun dari bahan-bahan kimia.
.
Selain berdasarkan sejarah apalagi yang membedakan Cigars Kruie yang merupakan Kretek Rempah dengan rokok yang lain?
Kretek Rempah Cigars Kruie memakai saos rempah-rempah sebagai perasa khas alami. Bahkan dari 12 rempah alami Nusantara serta Tembakau dan Cengkeh pilihan berkualitas.
.
Kalau memang demikian bisa dikatakan Kretek sebagau Budaya Indonesia berdasarkan catatan sejarahnya?
Iya, berdasarkan pantauan tim Cigars Kruie hal tersebut bisa dikatakan demikian.
.
Sejak kapan Cigars Kruie diproduksi ?
Cigars Kruie sendiri baru ada sejak 2012, yang diproduksi oleh PR.Indokretek, Malang Indonesia.
.
Kalau PR.Indokretek sendiri sejak kapan mulai berdiri ?
PR.Indokretek ada sejak tanggal 9 September 2009. Namun cikal bakal PR.Indokretek ada sejak tahun 1950 yang dirintis oleh KH.Safii kakek dari CEO PR.Indokretek Bapak Fendi Indokretek.
.
Jadi Kretek Rempah produksi PR.Indokretek ini adalah ramuan dari KH.Syafii sejak tahun 1950 ?
Iya, beliaulah yang Master of Indokretek dalam hal racikan Kretek Rempah Cigarskruie ini.
.
Apakah nama Indokretek sudahdipakai sejak tahun 1950 itu ?
Tidak beliau KH.Syafii memakai produknya dengan nama Gol Pal (gawang).
.
Jadi bisa dikatakan ini bukan merupakan produk baru di Indonesia khususnya Indokretek?
Iya, Kretek Rempah adalah budaya dan tehnologi lama peradaban Nusantara, yang saat ini kami mengembangkannya menjadi satu upaya pelestarian budaya, berupa Kretek Rempah Indonesia, salah satunya Cigars Kruie ini.
.
Jadi hal itu yang mendasari salah satu tagline Cigars Kruie?
Ya makanya salah satu tagline yang kami gunakan sebagai sosialisasi adalah Save Kretek, Save Budaya, Save Indonesia. (ckmedia)

Bau CK tidak Menempel dibaju

Kenapa Pilih CK?
Bebas Bau Mulut & Bau Asap di Baju Anda.

TIDAK NEMPEL BAU DIBAJU
Kretek Rempah Cigarskruie (CK) merupakan racikan dari ektrak rempah alami. Hal inilah yang menyebabkan CK berbeda, begitu asap bercampur dengan udara bebas, maka belum sampai bersentuhan dengan baju kita, asap sudah mengalami perpendaran (normal/netral). Sehingga bau baju akan aman dari bau asap saat mengkretek CK.

BEBAS BAU MULUT
Kretek Rempah Cigarskruie (CK) merupakan racikan dari ektrak rempah alami. Hal inilah yang menyebabkan CK berbeda, dan berikan khasiat. Sehingga beberapa khasiat rempah-rempah sebagai saus di kretek rempah CK ini bisa membuat efek berpengaruh pada kendala penyakit di mulut. Misal berupa sariawan, bau mulut serta beberapa penyakit di mulut lainnya.

Tampilan baru Uang Rupiah dan Ciri-cirinya

Jaga Kualitas Rupiah, Agus Marto: Jangan Dilipat, Diremas, Serta Dicoret

Bank Indonesia (BI) hari ini meluncurkan 11 pecahan rupiah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baru. 11 pecahan rupiah baru terdiri dari 7 pecahan rupiah kertas dan 4 pecahan rupiah logam.

Dalam sambutannya, Gubernur BI Agus Martowardojo berpesan agar masyarakat mampu menjaga kualitas rupiah sebagai alat transaksinya. Kebiasaan untuk melipat, meremas dan mencoret uang rupiah juga harus dihindari.

"Kualitas uang rupiah perlu dijaga dan dirawat dengan baik. Masyarakat perlu meninggalkan kebiasaan membasahi, melipat, meremas, mencoret, serta menstapler," kata Agus di Gedung Thamrin BI, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016).

Budaya mencintai rupiah perlu ditanamkan sejak usia dini. Sehingga kebiasaan menjaga dan mencintai rupiah dengan tidak melipat, meremas serta mencoret rupiah kertas bisa dihilangkan.

"Budaya perlu ditanamkan sejak usia dini," tutur Agus.

Desain Uang Baru yang Diluncurkan Hari ini

Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan 11 desain baru rupiah yang terdiri dari 7 pecahan uang kertas dan 4 pecahan uang logam. Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri dari nominal Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Sementara rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100.

Desain uang baru ini sejalan dengan rencana BI menerbitkan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hampir semua wajah pahlawan di uang tunai berganti, kecuali pecahan Rp 100.000.

Berikut ini uang baru yang diluncurkan hari ini:











Klik pada Gambar Untuk Memperbesar tampilan...

Sumber: http://finance.detik.com/moneter/3374624/rupiah-desain-baru-terbit-hari-ini?utm_medium=oa&utm_campaign=detikcom+socmed&utm_source=facebook&utm_content=detikcom

Fiqih Sosial Tentang Rokok

Pembahasan tentang rokok memang selalu menarik. Sayangnya, bila diamati pembahasanya selalu parsial dan nisbi, tidak syumul, konperhensip dan menyeluruh. Sehingga rokok dianggap “syetan kematian” bagi yang kontra dan “malaikat kebaikan” bagi yang pro. Padahal bicara rokok itu tidak hanya tentang kesehatan. Mengambing hitamkan rokok sebagai pusat dari segala sebab penyakit, menyebabkan seseorang lupa sebab-sebab lain yang lebih fatal, gawatnya lagi lupa terhadap “Sang Hakiki pemberi sakit” yang tidak harus lewat sebab yakni Alloh SWT.

Disamping sisi kesehatan, menyoal rokok ada aspek lain yang perlu jadi pertimbangan, yaitu aspek ekonomi, yakni jutaan petani dan tenaga kerja pabrik. Ada aspek sosial sgama, yakni dampak yang berkaitan dengan tanggung jawab, etika, norma dan hubungan dengan Sang Pencipta. Disini kita kesampingkan dulu pro dan kontra statemen tentang rokok. Sudah puluhan bahkan ratusan yang kita mafhum. Kita kantongi saja sebagai bahan pertimbangan.

Misal peringatan bahaya tentang rokokyang menempel dibungkus rokok dan spanduk-spanduk, termasuk yang lumayan baru dan mantab “ROKOK MEMBUNUHMU !! “

Ada juga kajian seorang dokter ahli bahwa “Merokok itu melemahkan paru-paru, namun menguatkan denyut jantung. Ngopi itu menguatkan paru-paru, namun satu sisi melemahkan jantung. Jadi jangan heran 99 % perokok adalah penikmat kopi. Sebab secara alami ada kenyamanan yang dirasakan akibat keseimbangan. Usia perokok dan peminum kopi aktif rata2-rata panjang. Bila mereka terkena penyakit paru atau jantung, itu faktor diluar rokok. Observasi membuktikan mayoritas penderita sesak nafas dan jantung bukanlah perokok”, kata dokter ahli itu. Kita dengar juga fakta dari beberapa perokok, merk rokok tertentu bisa menyembuhkan batuk dan seterusnya.

Lalu bagaimana fiqh menjawab tentang hukum rokok? 
Karena dalam menjawab setiap permasalahan, fiqh selalu mempertimbangkan segala aspek, tentu fiqh berada di tengah, berusaha obyektif. Sebab fiqh diposisikan sebagai “hakim langit” syariat dari Allah SWT. Tanggung jawabnya dunia akhirat.

Dengan demikian, Fiqh merinci hukum Merokok sebagai berikut:
A. HARAM jika ada hal- hal sebagai berikut:
– Madlorot terhadap kesehatan badan.
– Berakibat tidak terpenuhinya kebutuhan primer keluarga mulai makan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan.
– Melalaikan ibadah.

B. BOLEH
-Jika hal-hal yang ada di Sub A tidak terjadi.
– Dengan merokok tidak ada efek positif dan peningkatan kebaikan.

C. DIANJURKAN(SUNAH)
– Jika hal-hal di Sub A bisa di nafikan.
– Dengan merokok ada efek positif dan peningkatan kebaikan. Seperti peningkatan semangat kerja, berkarya dan beribadah kepada Allah SWT.

D. WAJIB
Sebagai terapi pengobatan, dan menurut ahlinya merokok satu-satunya media untuk penyembuhan.

WaLlahu A’lam bi al-Shawab.
Sumber : Zahro Wardi, PP Darussalam Sumberingin, Karangan, Trenggalek. Referensi Kitab Fiqh Bab Syurb al-Dukhon

Artikel ini di Ambil dari http://www.sarkub.com/fiqih-sosial-tentang-rokok/

KEMBALI TEMBAKAU DIFITNAH DENGAN DALIH KEMANUSIAAN

Begitu sangat terencana, mereka para #PENGHANCUR_TEMBAKAUlakukan cara kurang santun bisa dibilang #kurangajar atau tidak #beradab, memakai logika #pemusnahan_pemikiran, dengan sebarkan hal-hal yang bersentuhan dengan #anakanak. Diamnya para petani tembakau selama ini, dengan istiqomah hanya bertani, disalah gunakan oleh para #penghancurTembakau Indonesia dengan label Humans Right Watch. Tembakau Indonesia adalah salah satu nikmat dan karunia Illahi untuk Nusantara. Di saat gempuran melalui berbagai cara, ternyata lumpuh secara sendirinya. Masih tetap tidak bisa menggoyahkan, kesucian para petani Tembakau yang hanya bertanam dengan Istiqomah untuk keluarga mereka.
Benar sekiranya apa yang disampaikan Cak Nun kepada petani tembakau saat di Temanggung, (9 April 2015). “Mulai sekarang, siapa saja yang mematikan tembakau, sama artinya melawan Gusti Allah. Anda semua tak perlu kuatir. Tak perlu takut.” Riuh hadirin mendengar pernyataan Cak Nun. “Siapa yang menciptakan tembakau?” Cak Nun bertanya. “Gusti Allah.” jawab para petani serenta.“Siapa yang menjaga tembakau?” kembali Cak Nun bertanya. “Gusti Allah.” kembali ribuan petani tembakau yang hadir menjawab.( https://caknun.com/…/dan-para-petani-tembakau-itu-memeluk-…/ ). #YaDzalWabbal

Human Rights Watch (HRW) melalui film “Hazardous Child Labor on Indonesian Tobacco Farms” telah menuding terjadi perburuhan anak di perkebunan tembakau. Tudingan tersebut merupakan tuduhan serius bagi para petani tembakau khususnya, dan bagi para petani pada umumnya. Karena bisa menghambat regenerasi petani dan bisa berujung embargo terhadap produk berkaitan.

Kami menyadari bahwa petani adalah salah satu penggerak perekonomian negeri ini, dengan tantangan yang tidak mudah. Mereka manusia yang mulia, berbudi, dan berdaya. Mereka mencoba mewariskan nilai-nilai dan pengetahuan yang baik kepada anak-anak mereka. Bukan menjadikan anak-anak mereka sebagai budak.

Film “TABAYYUN: Hazardous Child Labor on Indonesian Tobacco Farms Documentary” ini kami dedikasikan untuk mereka, para petani yang mencoba tegak dengan kedaulatan dan martabat mereka.
Untuk Lebih jelas bisa kunjungi dan tonton Videonya disini

Kretek Rempah Warisan Budaya



" Kretek Rempah merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia, sejak akhir abad 19. "

Ramuan Cigarskruie hadir sebagai Kretek Rempah Indonesia, tercipta sejak tahun 1950. Oleh KH. Syafi'i, di Malang, Indonesia.

KRETEK UNTUK NUSANTARA

Kretek hadir dengan tehnologi dan budaya nusantara. Melalui tangan Haji Djamhari sebagai penyembuhan sakit tenggorokan dan sesak nafas, akhir abad 19. Tembakau & cengkeh; rempah asli Nusantara itulah bahan pembuatnya.

KH. Syafii (Peramu Kretek Rempah Cigarskruie) sebagai salah satu pelestari Kretek Rempah. Beliau menutup pabrik kretek rempah, setelah beroperasi selama kurun waktu 1950 - 1970. Hal tersebut dikarenakan masuknya rokok dgn bahan perasa buatan/sintetis (zat kimia).

Majapahit salah satu kebudayaan serta peradaban Nusantara, Candi Bangkal simpan cerita itu. Demikian juga Kretek Rempah #CK. Semangat ini mendasari hadirnya Kretek Rempah Cigarskruie di Bumi Nusantara ini, dengan segala manfaatnya. Lestari Budaya & Tehnologi Nusantara. (ckmedia;wisnu)

Bahaya Tembakau dibesar-besarkan

“Mitos-mitos kesehatan telah diciptakan. Bahaya tembakau dibesar-besarkan. Semuanya bukan dalam kerangka kejujuran ilmiah, melainkan atas nama kepentingan. Maka, tak banyak yang mau membuka mata bahwa partikel asap rokok bisa diolah menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kesehatan." (dr. Saraswati, MPsi, peneliti pada Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas, Malang)

Propaganda dan doktrin sesat dari Barat yang terus menerus soal bahaya rokok akhirnya membuahkan hasil. Kita pun jadi benci rokok (tembakau). Bahkan kaum bergamis yang Anti-Barat pun percaya dengan ilmu kesehatan dari Barat, sampai memfatwa rokok haram.

Propaganda yang bertujuan untuk menghancurkan komiditi tembakau. Karena kualitas tembakau Indonesia joss gandoss. Intinya jangan sampai negeri ini lebih besar, maju dari Barat. Nggak cuman tembakau, banyak yang diisukan nggak sehat oleh Barat.

Apesnya kita percaya begitu saja bualan orang Barat. Segala daya upaya dilakukan pemerintah agar rakyat tidak merokok. Salah satunya dengan ditakut-takuti gambar paru-paru bosok di bungkusnya plus tulisan "Rokok Membunuhmu".

Dan sekarang pemerintah sudah putus asa, "Mbokneancok arek-arek iku, tetep ngerokok ae." Akhirnya harga rokok dibikin fantastis, agar tak terbeli (tapi tenang saja, tetap akan dibeli).

Ketika perusahaan rokok mulai goyah, produksi menurun, PHK besar-besaran, dan lainnya, Phillip Morris siap bla bla bla bla bla...pikiren dewe.

***
Tak banyak yang tahu kalau rokok kretek (di Kudus, Jateng) hadir sebagai penyembuhan. Bahkan rokok pada massa itu dijual di toko obat. Terdapat tulisan di belakang kemasannya : “Kalau Anda batoek dan isep ini rokok, maka batoek Anda akan semboeh.”

Adalah Hadji Jamhari, pria Kudus yang kala itu (awal tahun 1880-an) menderita sesak nafas sejak lama. Tiap kali serangan sesak napasnya kambuh, ia gulung kuming saking menderitanya.

Untuk mengobati penyakitnya ia mencoba memakai minyak cengkeh, digosokkan di bagian dada dan punggungnya. Ternyata ia merasa baikan, tapi belum sembuh sama sekali.

Selanjutnya ia mencoba mengunyah cengkeh. Hasilnya jauh lebih baik. Sampai kemudian terlintas dalam pikirannya untuk memakai rempah-rempah ini sebagai obat.

Caranya sangat sederhana. Cengkeh dirajang halus, kemudian dicampurkan pada tembakau dan dipakai untuk merokok. Dengan cara ini ia bisa menghisap asapnya sampai masuk ke dalam paru-paru.

Hasilnya benar-benar di luar dugaan. Penyakit dadanya menjadi sembuh. Alhamdulillah puji Tuhan..

Cara pengobatan a la Jamhari pun terkenal di seantero penjuru tempat tinggalnya. Teman-teman, sanak famili, tonggo-tonggone, pasukan bodrek, beramai-ramai minta rokok mujarab Jamhari.

Hasilnya, oh yessss oh no oh mai got! Mereka merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa.

Sejak saat itulah rokok kretek populer di masyarakat Kudus. Permintaan pun berdatangan. Akhirnya Jamhari memproduksinya secara massal...

Minyak cengkeh memang telah lama dikenal sebagai penghilang rasa sakit. Tembakau sendiri memiliki manfaat untuk melonggarkan pernapasan. Tapi karena kita ditakut-takuti tembakau, lebih percaya pada ilmu kesehatan Barat, akhirnya kita tinggalkan ilmu kesehatan asli negeri sendiri.

Jadi jangan percaya begitu saja kalau rokok tidak sehat, yang tidak sehat itu cara merokokmu dan tidak merokokmu (bahaya perokok pasif itu juga bullshit!).

Wis ngene ae, percoyo karepmu, gak percoyo urusanmu. Saya sendiri bukan perokok, tidak jualan rokok dan tidak dibayar untuk menulis ini.

Kisah di atas cuman secuil cuplikan dari buku "Membunuh Indonesia", donlot di sini PDF-nya https://www.facebook.com/permalink.php?id=397028267123650&story_fbid=418338214992655

***
Ingat pesan Bung Karno : 
“Penjajah tidak akan punah dan tidak sudi enyah dari muka bumi Indonesia ini, meskipun pada tanggal 17 Agustus 1945 telah kita proklamasikan kemerdekaan Indonesia!”

MERDEKA ITU MITOS!

(Roby Gandamana)

ROKOK MERUGIKAN KESEHATAN & BOROS ?

Sudah sejak lama, Indonesia dilanda problematika di dunia rokok dan perokok. Apalagi muncul isu akan adanya kenaikan harga rokok sampai dengan 50ribu perbungkus. Yang disampaikan oleh Pakar Kesehatan, Lembaga Kesehatan Universitas Indonesia. Sebelum muncul isu kenaikan harga, yang menjadi polemik sejak lama adalah, dasari oleh dua masalah yang selalu digembar gemborkan menjadi penyebab kerugiannya yaitu:
1. Rokok sebagai penyebab rusaknya kesehatan.
2. Merokok merupakan perilaku pemborosan dari segi perekonomian konsumen.

Sampai saat ini belum pernah ada solusi yg tepat dari pihak manapun. Termasuk pemerintah untuk menyelamatkan perokok dari bahaya rokok serta pemborosan anggaran belanja rumah tangga tersebut. Padahal teriakan para #ANTIROKOK serta aturan Pemerintah sudah berlangsung lama sekali. Mulai dari MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN sampai dengan saat ini menjadi PERINGATAN PEMERINTAH: MEROKOK MEMBUNUHMU. Dan yang semakin menggelikan bagi perokok, muncul iklan terbaru yaitu: MEROKOK MEMBUNUHMU HIDUP HIDUP.

Berbeda pernyataan serta sikap pemerintah dan kelompok-kelompok tertentu itu dengan beliau-beliu pakar Tembakau. ( Lihat paparan Prof. Sutiman, Prof. SUbiakto dan Ibu Desak N Siksya bahwa Tembakau Untuk Kehidupan Manusia disini https://youtu.be/7dr9NunkwQE )

Semakin menjadi blunder tatkala memperhatikan efek apabila rokok di hentikan keberadaannya justru akan menimbulkan dampak sosial ekonomi yg lebih besar bagi rakyat dan negara.Karena terbukti hasil pajak dari rokok ini menduduki peringkat 2 terbesar setelah MIGAS.
Walaupun sudah mulai banyak masyarakat menyadari banyak tekanan dari pihak tertentu dalam hal ini. Mari sikapi dengan bijak.

"Kalau memang kualitas tembakau jelek, mari gunakan beberapa persen hasil dari pajak rokok tersebut untuk mengelola serta meningkatkan kualitas tembakau Indonesia, bukan malah mendatangkan (import) tembakau asing" ( Gus Candra Malik, di NET.TV )

“Saya pernah sampaikan, bener enggak mau tembakau? Kalau enggak mau, tutup saja seluruh pabrik rokok. Yang punya itu orang paling sugih (kaya) se-Indonesia, bayar pajaknya juga ya duwur (tinggi),” kata Ganjar di depan ribuan petani tembakau di lereng Gunung Sindoro, Temanggung, Selasa (4/5/2016) sore.

"Tembakau itu kehidupannya orang Jawa Timur, kenapa harus diatur-atur LSM asing? Silakan mereka mengurus rumah tangganya sendiri," kata Soekarwo, Kamis (2/6/2016).

"..Tembakau di Indonesia ini adalah permainan para #KARTEL asing.." Bapak Sukarwo, Gubernur Jawa Timur di IQE 2014. ( Bisa anda lihat disinihttps://youtu.be/W8d0pddUON8 )

Kisah kretek bermula dari kota Kudus. Tak jelas memang asal usul yang akurat tentang rokok kretek. Menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar akhir abad ke-19. Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkeh. Setelah itu, sakitnya pun reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.[https://id.wikipedia.org/wiki/Kretek#Sejarah]

Seiring perkembangannya kretek berkembang, tidak hanya dari tembakau dan cengkeh atau rempah-rempah saja. Mulai tahun 1970 mulailah bangsa asing memasuki bisnis kretek menjadi perusahaan rokok dengan saus dari bahan kimia karena tuntutan persaingan dan ekonomis. Sudah tidak memperdulikan manfaat kesehatannya, seperti yang dibangun oleh Haji Djamhari di akhir abad 19 tersebut.

"Solusi yag tepat adalah bagaimana agar perokok tetap bisa merokok, namun tidak terkena resiko rusaknya kesehatan. Dan perokok tetap bisa merokok tanpa harus bermasalah dengan keuangan. Bukan tidak mungkin semua itu bisa dilakukan. Kami telah memulai semua itu, berapa perokok kami yag justru meningkat kesehatannya serta meningkat pula keuangannya. Kami bertanggung jawab atas apa yg kami tawarkan. Dan kami siap menyumbangkan karya demi Indonesia Menuju Sejahtera. Salam Sehat Salam Sejahtera". ( Tedy Indratmoko; CK Manajemen)

Apakah akan kita salahkan Tembakaunya, sebagai salah satu ciptaan-NYA. Sudah sepantasnya manusia Indonesia berterima kasih akan karunia Ilahi akan Tembakau, Rempah, Garam, Gula, Kelapa dan sebagainya. Garam, Gula dan Minyak Kelapa sudah menjadi korban #permainan Kebijakan tak bertanggungjawab, pesanan #Asing. Jangan sampai terjadi juga di Tembakau atau komoditas alam Indonesia. Mari kita cari solusinya bukan berkutat pada permasalahan yang akan menimbulkan efek negatif atas kemaslahatan serta kerukunan rakyat Indonesia. Mari bersama-sama#merdeka sesungguhnya bangsa Indonesia. ( CK MEDIA;

CK Manajement bagi-Bagi Hewan Qurban di Hari Raya Idhul Adha 1437 H

Alhamdulillah pada Hari raya idhul Adha Tahun 2016 CK Manajement bisa berbagi kebahagiaan dengan sesama member CK Nusantara untuk Memotong Hewan Qurban.





MARCK...

Jaya dan Sukses Selalu Rokok Rempah CigarsKruie

Nasib Tembakau Indonesia memprihatinkan ??

HARUSKAH #TEMBAKAU ALAMI HAL SAMA?

Setelah Minyak Kelapa dihancurkan dengan metode sebarkan :
"Minyak Kelapa Indonesia (penghasil terbesr dunia) membuat #KOLESTEROL tinggi dan sebabkan banyak penyakit."

Padahal saat itu US dalam rangka mau memasukkan Minyak Kedelai produksinya ke Indonesia, sekaligus menghancurkan potensi Minyak Kelapa, yang memiliki potensi menguasai Perekonomian Dunia, dgn Minyak Kelapa tersebut.

Gula lokal dianggap rendah kualitasnya, segelintir oknum berusaha memasukkan Gula Import dengan mengambil keuntungan Pribadi, mengindahkan ekonomi Rakyat Indonesia sebagai penghasil Gula.

Garam, alami hal sama, sebagai penghasil garam terbesar kedua asia, Indonesia memeiliki peluang kuasai pasar Asia Tenggara juga Asia Pasifik, dihancurkan sendiri oleh kebijakan yang lagi-lagi hancurkan kepentingan Rakyat, hanya untuk kepentingan segelintir manusia serakah pemegang kekuasaan.

Sudah matikah rasa kemanusiaan kita semua, atau kita memang sudah hidup dengan hanya mementingkan kepentingan PRIBADI kita masing-masing. Indonesia dengan segala kekayaan Alam serta Materi karunia Alloh, yang seharusnya menjadi Kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, hanya dimiliki oleh segelintir Manusia Pemangsa Kekuasaan.

Saat ini dengan segala cara dilakukan, para Pakar Ilmu Pengetahuan, yang seharusnya lebih mementingkan untuk kemaslahatan Umat Manusia, lebih mementingkan kepentingan kelompok dan golongannya hanya demi lakukan penelitian dan #DOLAR yang bisa support lakukan penelitian. Bukan malah menghancurka KEISTIMEWAAN TEMBAKAU INDONESIA, yang dimiliki hanya oleh Indonesia.

Semoga bisa menjadi pencerahan kita bersama, dan tidak menyesal dikemudian hari.
Sumber

KRETEK DICIPTAKAN SEBAGAI OBAT PERNAFASAN

LESTARI KRETEK INDONESIA


KRETEK DICIPTAKAN SEBAGAI OBAT PERNAFASAN
OLEH HAJI DJAMHARI, ABAD 19, DI KUDUS. 
RAJANGAN KECIL-KECIL TEMBAKAU DAN CENGKEH. DIBUNGKUS DENGAN KULIT JAGUNG KERING.
DIHISAP SECARA RUTIN, DILAKUKAN BELIAU SENDIRI. DIPERKENALKAN PERTAMA KEPADA TETANGGA
SERTA MASYARAKAT KUDUS DAN SEKITARNYA. BEGITULAH AWAL DARI KRETEK INDONESIA.

TAHUN 1950 KH. SYAFI’I MELANJUTKAN RAMUAN PENINGGALAN NENEK MOYANG TERSEBUT DENGAN MUNCULNYA KRETEK REMPAH. PERTAMA DENGAN MEREK “GOLPAL” . SELANJUTNYA DIPRODUKSI KEMBALI TAHUN 2009 OLEH INDOKRETEK, LAHIRLAH KRETEK REMPAH INDONESIA ASSIKHA, HABBATS & CIGARSKRUIE ATAU KITA MENENALNYA DGN CK.

7 TH INDOKRETEK Hadir Untuk Rakyat Indonesia

7 TH INDOKRETEK 
Hadir Untuk Rakyat Indonesia

Setia sebagai Pelestari Budaya Nenek Moyang
Sebagai produsen Kretek Rempah Indonesia
Dari KH. Syafi'i sejak tahun 1950. Yang dilanjutkan oleh H. Fendi Agus Sandrio Wirawanto dengan Indokretek, hadir Untuk Rakyat Indonesia. Berusaha ikut serta mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Semoga 7 tahun menjadi #barokah sesungguhnya, menjadi bagian kemaslahatan Bangsa Indonesia. Sukses selalu #INDOKRETEK.#Barokalloh #Alfatehah Aamiin.

CK Manajemen

Kampanye Anti Tembakau, Supaya Indonesia Tidak Mandiri

Ketua Umum Gabungan Perserikatan Rokok Indonesia (Gappri) Ismanu Sumiran menegaskan, berbagai kampanye negatif terhadap tembakau terutama kretek memiliki tujuan agar Indonesia tidak mandiri secara ekonomi dan politik.

Harusnya, kelompok anti tembakau juga melihat survei seperti Ernt and Young teranyar yang menyebut harga rokok di Indonesia juga sudah tinggi dengan kontribusi cukai sangat besar. Survei digunakan dengan meracik data dari AC Nielsen, Euromonitor, juga laporan keuangan perusahaan terbuka. Hasilnya. survei mencatat, di Indonesia total pajak rokok terhadap harga jual sudah mencapai 53,4%. Sementara Malaysia mencapai 46%, China 44,4%, dan Vietnam 41,6%. Paling tinggi di Thailand 73,1%.

Survey Ernest Young menyatakan sudah clear bahwa harga rokok di Indonesia sudah cukup tinggi dengan kontribusi cukai sangat besar, itu obyektif dan faktual, tegasnya, belum lama ini

Herannya, survei seperti itu selalu saja diabaikan. Maka, tak heran, jika dicermati, kata Ismanu, saat ini mulai terjadi anti tessa atas kampanye anti tembakau, mulai ada Pemda yang mengijinkan kembali iklan rokok. Sebab kampanye anti tembakau itu provokatif dan memaksa.

Mungkin mata hati dan mata jasmani mereka sudah tertutup, karena target akhir kampanye anti tembakau adalah aksesi FCTC, tandasnya.
Padahal, ketika Indonesia aksesi FCTC, maka pemerintah akan langsung terikat kewajiban yakni tidak boleh membuat peraturan tembakau sendiri. Dengan demikian hukum negara tidak diakui. Negara wajib membayar iuran ke Otoritas FCTC yang tidak jelas bentuknya dan dikhwatirkan hanya diisi kalangan LSM. Tak hanya itu saja, dengan aksesi FCTC akan membuka akses ke IHT dari perkebunan hingga pabrik. Klasul pasal dan ayat aturannya terus semakin bertambah mematikan, tegas Ismanu.

Ismanu mengingatkan, mereka yang anti tembakau seharusnya tidak berpikir dan bertindak memaksakan diri seperti meminta agar para penjual rokok eceran dihilangkan. Pasalnya, Indonesia menghasilkan budaya yang beraneka ragam. Termasuk budaya jual-beli terhadap barang maupun jasa. Budaya tidak membutuhkan legalitas.
Budaya lahir dari defacto. Budaya jual-beli itu ada di bagian aktivitas siklus dan sirkulasi perekonomian Nusantara. Negara yang bermartabat adalah Negara yg menghargai budayanya, imbuh Ismanu.

Kata Ismanu, hal itu berbeda dengan negara Kapitalis apalagi liberal yang berupaya mengkapitalisasi semua obyek barang,jasa dan unsur budaya, dengan kedigdayaan petro dollar. Selanjutnya, berupaya dengan segala cara mengangkat semua harga komoditi, termasuk rokok.

Pada akhir beragam kampanye itu, Indonesia diharapkan tidak berjaya tetap menjadi negara yang terjebak utang dan tidak boleh mandiri di bidang ekonomi.

Maka ketika kretek berjaya, mereka berdalih demi kesehatan beralasan dramatisir sakit karena merokok, kemudian menggunakan gerakan anti tembakau menganggu stabilitas perekonomian kretek dengan cara mengenjot setingi-tinginya cukai tegas Ismanu.

Padahal, kata Ismanu, budaya IHT di Indonesia, ada banyak strata. Kalau pabrik besar naik harga, yang menengah siap mengisi dan yang kecil dibawahnya mengisi diatasnya. Jadi, cara menaikan cukai hanya cocok di luar negeri yang tidak punya kretek.

Ia menilai, kampanye anti tembakau sudah tidak obyektif. Selalu menggunakan kacamata kuda. Egois, angkuh, menutup diri, merasa benar; maka ujungnya ekstrem. Padahal kebenaran akan membuka jalannya sendiri.
Permintaan harga rokok harus naik lagi bukti gerakan anti tembakau tidak berjiwa nasionalis. Kalau gerakan anti tembakau nasionalis, maka seharusnya juga mau diajak duduk bersama dengan instansi terkait bermusyawarah untuk mufakat agar setiap aturan selalu sesuai dengan kepentingan negara.

Tapi gerakan anti tembakau selalu menolak undangan seperti ini. Terus maunya apa? sindir Ismanu.

Sumber: kretek.co

Walikota Lubuklinggau Bersama CK


Ini salah satu Foto bapak walikota Lubuklinggau H.SN Putra Prana Sohe berfoto bersama Kedai CK FAZ

walikota sangat memberi apresiasi kerena rokok CK sudah mempromosikan salah satu objek wisata di kota Lubuklinggau, yakni Bukit Sulap


Sala satu Objek Wisata di kota Lubuklinggau
Bukit Sulap

Rokok CigarsKruie