Showing posts with label Tembakau. Show all posts
Showing posts with label Tembakau. Show all posts

Saatnya Negara Lindungi Kretek

Pada masa krisis ekonomi seperti sekarang, kemampuan pemerintah untuk mengatasi dampak-dampak dari krisis tersebut sangat diharapkan. Tentunya, selain untuk menstabilkan kondisi ekonomi negara, juga untuk melindungi para pekerja yang terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat ketidakmampuan perusahaan bertahan dari krisis.

Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan tiga paket kebijakan, yang intinya berisi soal perintah untuk mempermudah investasi dan memperlancar birokrasi untuknya. Hal ini dilakukan agar proses berbelit-belit yang biasa terjadi tidak menghambat pertumbuhan ekonomi yang sudah berantakan karena krisis.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi, presiden berani mengambil langkah untuk mempermudah regulasi dan birokrasi agar modal masuk dan membantu pertumbuhan ekonomi. Namun, sayangnya tidak dalam semua bidang hal-hal macam ini berani diambil pemerintah.

Dalam industri kretek, misalnya. Setiap tahunnya ada saja kebijakan negara yang membuat industri kretek semakin kesulitan unutk bertahan. Padahal, setiap tahunnya indsutri ini menyumbang lebih dari 100 triliun ke kas negara, tapi proteksi macam tiga paket kebijakan tidak pernah dilakukan negara.

Hingga 2015, jumlah pabrik kretek telah merosot drastis dari tadinya yang mencapai 2000-an di Jawa Tengah, kini tinggal 600-an pabrik yang beroperasi. Bisa dibayangkan, berapa jumlah buruh yang juga di PHK akibat tutupnya ribuan pabrik itu.

Sayangnya, dalam hal ini, pemerintah seakan tidak melakukan apa-apa untuk memproteksi para buruh dan melindungi industri padat karya ini. Justru, kebijakan yang dibuat seperti PP 109 tahun 2012 beserta kebijakan kenaikan cukai yang terjadi tiap tahun malah semakin membuat industri ini terpuruk.

Meskipun, industri ini sudah terbukti tahan banting dalam menghadapi krisis dan tetap mampu menyumbang dana dalam jumlah yang sangat besar pada kas negara, tapi jika kebijakan-kebijakan seperti itu terus dilanjutkan, bisa jadi malah negara yang dirugikan karena matinya industri ini.

Karena itulah, sudah saatnya pemerintah berpihak kepada industri ini. Sebagai produk budaya yang memberikan kehidupan kepada puluhan juta masyarakat Indonesia, pemerintah harus berani membuat kebijakan yang (minimal) tidak merugikan industri kretek. Jangan hanya melihat sudut pandang orang kesehatan jika pemerintah masih terus ingin mendapat dana besar dari industri ini.

Dan, sudah saatnya RUU Pertembakauan terus didorong agar Indonesia memiliki sebuah regulasi yang membahas tembakau dari segala sisi dan tidak merugikan pihak manapun.

KEMBALI TEMBAKAU DIFITNAH DENGAN DALIH KEMANUSIAAN

Begitu sangat terencana, mereka para #PENGHANCUR_TEMBAKAUlakukan cara kurang santun bisa dibilang #kurangajar atau tidak #beradab, memakai logika #pemusnahan_pemikiran, dengan sebarkan hal-hal yang bersentuhan dengan #anakanak. Diamnya para petani tembakau selama ini, dengan istiqomah hanya bertani, disalah gunakan oleh para #penghancurTembakau Indonesia dengan label Humans Right Watch. Tembakau Indonesia adalah salah satu nikmat dan karunia Illahi untuk Nusantara. Di saat gempuran melalui berbagai cara, ternyata lumpuh secara sendirinya. Masih tetap tidak bisa menggoyahkan, kesucian para petani Tembakau yang hanya bertanam dengan Istiqomah untuk keluarga mereka.
Benar sekiranya apa yang disampaikan Cak Nun kepada petani tembakau saat di Temanggung, (9 April 2015). “Mulai sekarang, siapa saja yang mematikan tembakau, sama artinya melawan Gusti Allah. Anda semua tak perlu kuatir. Tak perlu takut.” Riuh hadirin mendengar pernyataan Cak Nun. “Siapa yang menciptakan tembakau?” Cak Nun bertanya. “Gusti Allah.” jawab para petani serenta.“Siapa yang menjaga tembakau?” kembali Cak Nun bertanya. “Gusti Allah.” kembali ribuan petani tembakau yang hadir menjawab.( https://caknun.com/…/dan-para-petani-tembakau-itu-memeluk-…/ ). #YaDzalWabbal

Human Rights Watch (HRW) melalui film “Hazardous Child Labor on Indonesian Tobacco Farms” telah menuding terjadi perburuhan anak di perkebunan tembakau. Tudingan tersebut merupakan tuduhan serius bagi para petani tembakau khususnya, dan bagi para petani pada umumnya. Karena bisa menghambat regenerasi petani dan bisa berujung embargo terhadap produk berkaitan.

Kami menyadari bahwa petani adalah salah satu penggerak perekonomian negeri ini, dengan tantangan yang tidak mudah. Mereka manusia yang mulia, berbudi, dan berdaya. Mereka mencoba mewariskan nilai-nilai dan pengetahuan yang baik kepada anak-anak mereka. Bukan menjadikan anak-anak mereka sebagai budak.

Film “TABAYYUN: Hazardous Child Labor on Indonesian Tobacco Farms Documentary” ini kami dedikasikan untuk mereka, para petani yang mencoba tegak dengan kedaulatan dan martabat mereka.
Untuk Lebih jelas bisa kunjungi dan tonton Videonya disini

Bahaya Tembakau dibesar-besarkan

“Mitos-mitos kesehatan telah diciptakan. Bahaya tembakau dibesar-besarkan. Semuanya bukan dalam kerangka kejujuran ilmiah, melainkan atas nama kepentingan. Maka, tak banyak yang mau membuka mata bahwa partikel asap rokok bisa diolah menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kesehatan." (dr. Saraswati, MPsi, peneliti pada Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas, Malang)

Propaganda dan doktrin sesat dari Barat yang terus menerus soal bahaya rokok akhirnya membuahkan hasil. Kita pun jadi benci rokok (tembakau). Bahkan kaum bergamis yang Anti-Barat pun percaya dengan ilmu kesehatan dari Barat, sampai memfatwa rokok haram.

Propaganda yang bertujuan untuk menghancurkan komiditi tembakau. Karena kualitas tembakau Indonesia joss gandoss. Intinya jangan sampai negeri ini lebih besar, maju dari Barat. Nggak cuman tembakau, banyak yang diisukan nggak sehat oleh Barat.

Apesnya kita percaya begitu saja bualan orang Barat. Segala daya upaya dilakukan pemerintah agar rakyat tidak merokok. Salah satunya dengan ditakut-takuti gambar paru-paru bosok di bungkusnya plus tulisan "Rokok Membunuhmu".

Dan sekarang pemerintah sudah putus asa, "Mbokneancok arek-arek iku, tetep ngerokok ae." Akhirnya harga rokok dibikin fantastis, agar tak terbeli (tapi tenang saja, tetap akan dibeli).

Ketika perusahaan rokok mulai goyah, produksi menurun, PHK besar-besaran, dan lainnya, Phillip Morris siap bla bla bla bla bla...pikiren dewe.

***
Tak banyak yang tahu kalau rokok kretek (di Kudus, Jateng) hadir sebagai penyembuhan. Bahkan rokok pada massa itu dijual di toko obat. Terdapat tulisan di belakang kemasannya : “Kalau Anda batoek dan isep ini rokok, maka batoek Anda akan semboeh.”

Adalah Hadji Jamhari, pria Kudus yang kala itu (awal tahun 1880-an) menderita sesak nafas sejak lama. Tiap kali serangan sesak napasnya kambuh, ia gulung kuming saking menderitanya.

Untuk mengobati penyakitnya ia mencoba memakai minyak cengkeh, digosokkan di bagian dada dan punggungnya. Ternyata ia merasa baikan, tapi belum sembuh sama sekali.

Selanjutnya ia mencoba mengunyah cengkeh. Hasilnya jauh lebih baik. Sampai kemudian terlintas dalam pikirannya untuk memakai rempah-rempah ini sebagai obat.

Caranya sangat sederhana. Cengkeh dirajang halus, kemudian dicampurkan pada tembakau dan dipakai untuk merokok. Dengan cara ini ia bisa menghisap asapnya sampai masuk ke dalam paru-paru.

Hasilnya benar-benar di luar dugaan. Penyakit dadanya menjadi sembuh. Alhamdulillah puji Tuhan..

Cara pengobatan a la Jamhari pun terkenal di seantero penjuru tempat tinggalnya. Teman-teman, sanak famili, tonggo-tonggone, pasukan bodrek, beramai-ramai minta rokok mujarab Jamhari.

Hasilnya, oh yessss oh no oh mai got! Mereka merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa.

Sejak saat itulah rokok kretek populer di masyarakat Kudus. Permintaan pun berdatangan. Akhirnya Jamhari memproduksinya secara massal...

Minyak cengkeh memang telah lama dikenal sebagai penghilang rasa sakit. Tembakau sendiri memiliki manfaat untuk melonggarkan pernapasan. Tapi karena kita ditakut-takuti tembakau, lebih percaya pada ilmu kesehatan Barat, akhirnya kita tinggalkan ilmu kesehatan asli negeri sendiri.

Jadi jangan percaya begitu saja kalau rokok tidak sehat, yang tidak sehat itu cara merokokmu dan tidak merokokmu (bahaya perokok pasif itu juga bullshit!).

Wis ngene ae, percoyo karepmu, gak percoyo urusanmu. Saya sendiri bukan perokok, tidak jualan rokok dan tidak dibayar untuk menulis ini.

Kisah di atas cuman secuil cuplikan dari buku "Membunuh Indonesia", donlot di sini PDF-nya https://www.facebook.com/permalink.php?id=397028267123650&story_fbid=418338214992655

***
Ingat pesan Bung Karno : 
“Penjajah tidak akan punah dan tidak sudi enyah dari muka bumi Indonesia ini, meskipun pada tanggal 17 Agustus 1945 telah kita proklamasikan kemerdekaan Indonesia!”

MERDEKA ITU MITOS!

(Roby Gandamana)

Nasib Tembakau Indonesia memprihatinkan ??

HARUSKAH #TEMBAKAU ALAMI HAL SAMA?

Setelah Minyak Kelapa dihancurkan dengan metode sebarkan :
"Minyak Kelapa Indonesia (penghasil terbesr dunia) membuat #KOLESTEROL tinggi dan sebabkan banyak penyakit."

Padahal saat itu US dalam rangka mau memasukkan Minyak Kedelai produksinya ke Indonesia, sekaligus menghancurkan potensi Minyak Kelapa, yang memiliki potensi menguasai Perekonomian Dunia, dgn Minyak Kelapa tersebut.

Gula lokal dianggap rendah kualitasnya, segelintir oknum berusaha memasukkan Gula Import dengan mengambil keuntungan Pribadi, mengindahkan ekonomi Rakyat Indonesia sebagai penghasil Gula.

Garam, alami hal sama, sebagai penghasil garam terbesar kedua asia, Indonesia memeiliki peluang kuasai pasar Asia Tenggara juga Asia Pasifik, dihancurkan sendiri oleh kebijakan yang lagi-lagi hancurkan kepentingan Rakyat, hanya untuk kepentingan segelintir manusia serakah pemegang kekuasaan.

Sudah matikah rasa kemanusiaan kita semua, atau kita memang sudah hidup dengan hanya mementingkan kepentingan PRIBADI kita masing-masing. Indonesia dengan segala kekayaan Alam serta Materi karunia Alloh, yang seharusnya menjadi Kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, hanya dimiliki oleh segelintir Manusia Pemangsa Kekuasaan.

Saat ini dengan segala cara dilakukan, para Pakar Ilmu Pengetahuan, yang seharusnya lebih mementingkan untuk kemaslahatan Umat Manusia, lebih mementingkan kepentingan kelompok dan golongannya hanya demi lakukan penelitian dan #DOLAR yang bisa support lakukan penelitian. Bukan malah menghancurka KEISTIMEWAAN TEMBAKAU INDONESIA, yang dimiliki hanya oleh Indonesia.

Semoga bisa menjadi pencerahan kita bersama, dan tidak menyesal dikemudian hari.
Sumber

KRETEK DICIPTAKAN SEBAGAI OBAT PERNAFASAN

LESTARI KRETEK INDONESIA


KRETEK DICIPTAKAN SEBAGAI OBAT PERNAFASAN
OLEH HAJI DJAMHARI, ABAD 19, DI KUDUS. 
RAJANGAN KECIL-KECIL TEMBAKAU DAN CENGKEH. DIBUNGKUS DENGAN KULIT JAGUNG KERING.
DIHISAP SECARA RUTIN, DILAKUKAN BELIAU SENDIRI. DIPERKENALKAN PERTAMA KEPADA TETANGGA
SERTA MASYARAKAT KUDUS DAN SEKITARNYA. BEGITULAH AWAL DARI KRETEK INDONESIA.

TAHUN 1950 KH. SYAFI’I MELANJUTKAN RAMUAN PENINGGALAN NENEK MOYANG TERSEBUT DENGAN MUNCULNYA KRETEK REMPAH. PERTAMA DENGAN MEREK “GOLPAL” . SELANJUTNYA DIPRODUKSI KEMBALI TAHUN 2009 OLEH INDOKRETEK, LAHIRLAH KRETEK REMPAH INDONESIA ASSIKHA, HABBATS & CIGARSKRUIE ATAU KITA MENENALNYA DGN CK.

Kampanye Anti Tembakau, Supaya Indonesia Tidak Mandiri

Ketua Umum Gabungan Perserikatan Rokok Indonesia (Gappri) Ismanu Sumiran menegaskan, berbagai kampanye negatif terhadap tembakau terutama kretek memiliki tujuan agar Indonesia tidak mandiri secara ekonomi dan politik.

Harusnya, kelompok anti tembakau juga melihat survei seperti Ernt and Young teranyar yang menyebut harga rokok di Indonesia juga sudah tinggi dengan kontribusi cukai sangat besar. Survei digunakan dengan meracik data dari AC Nielsen, Euromonitor, juga laporan keuangan perusahaan terbuka. Hasilnya. survei mencatat, di Indonesia total pajak rokok terhadap harga jual sudah mencapai 53,4%. Sementara Malaysia mencapai 46%, China 44,4%, dan Vietnam 41,6%. Paling tinggi di Thailand 73,1%.

Survey Ernest Young menyatakan sudah clear bahwa harga rokok di Indonesia sudah cukup tinggi dengan kontribusi cukai sangat besar, itu obyektif dan faktual, tegasnya, belum lama ini

Herannya, survei seperti itu selalu saja diabaikan. Maka, tak heran, jika dicermati, kata Ismanu, saat ini mulai terjadi anti tessa atas kampanye anti tembakau, mulai ada Pemda yang mengijinkan kembali iklan rokok. Sebab kampanye anti tembakau itu provokatif dan memaksa.

Mungkin mata hati dan mata jasmani mereka sudah tertutup, karena target akhir kampanye anti tembakau adalah aksesi FCTC, tandasnya.
Padahal, ketika Indonesia aksesi FCTC, maka pemerintah akan langsung terikat kewajiban yakni tidak boleh membuat peraturan tembakau sendiri. Dengan demikian hukum negara tidak diakui. Negara wajib membayar iuran ke Otoritas FCTC yang tidak jelas bentuknya dan dikhwatirkan hanya diisi kalangan LSM. Tak hanya itu saja, dengan aksesi FCTC akan membuka akses ke IHT dari perkebunan hingga pabrik. Klasul pasal dan ayat aturannya terus semakin bertambah mematikan, tegas Ismanu.

Ismanu mengingatkan, mereka yang anti tembakau seharusnya tidak berpikir dan bertindak memaksakan diri seperti meminta agar para penjual rokok eceran dihilangkan. Pasalnya, Indonesia menghasilkan budaya yang beraneka ragam. Termasuk budaya jual-beli terhadap barang maupun jasa. Budaya tidak membutuhkan legalitas.
Budaya lahir dari defacto. Budaya jual-beli itu ada di bagian aktivitas siklus dan sirkulasi perekonomian Nusantara. Negara yang bermartabat adalah Negara yg menghargai budayanya, imbuh Ismanu.

Kata Ismanu, hal itu berbeda dengan negara Kapitalis apalagi liberal yang berupaya mengkapitalisasi semua obyek barang,jasa dan unsur budaya, dengan kedigdayaan petro dollar. Selanjutnya, berupaya dengan segala cara mengangkat semua harga komoditi, termasuk rokok.

Pada akhir beragam kampanye itu, Indonesia diharapkan tidak berjaya tetap menjadi negara yang terjebak utang dan tidak boleh mandiri di bidang ekonomi.

Maka ketika kretek berjaya, mereka berdalih demi kesehatan beralasan dramatisir sakit karena merokok, kemudian menggunakan gerakan anti tembakau menganggu stabilitas perekonomian kretek dengan cara mengenjot setingi-tinginya cukai tegas Ismanu.

Padahal, kata Ismanu, budaya IHT di Indonesia, ada banyak strata. Kalau pabrik besar naik harga, yang menengah siap mengisi dan yang kecil dibawahnya mengisi diatasnya. Jadi, cara menaikan cukai hanya cocok di luar negeri yang tidak punya kretek.

Ia menilai, kampanye anti tembakau sudah tidak obyektif. Selalu menggunakan kacamata kuda. Egois, angkuh, menutup diri, merasa benar; maka ujungnya ekstrem. Padahal kebenaran akan membuka jalannya sendiri.
Permintaan harga rokok harus naik lagi bukti gerakan anti tembakau tidak berjiwa nasionalis. Kalau gerakan anti tembakau nasionalis, maka seharusnya juga mau diajak duduk bersama dengan instansi terkait bermusyawarah untuk mufakat agar setiap aturan selalu sesuai dengan kepentingan negara.

Tapi gerakan anti tembakau selalu menolak undangan seperti ini. Terus maunya apa? sindir Ismanu.

Sumber: kretek.co

Propaganda Hiperbolis Gerakan Anti-Tembakau Dikendalikan Asing

Gerakan anti-tembakau melakukan propaganda hiperbolis yang dikendalikan oleh perusahaan asing untuk mematikan sektor tembakau yang strategis di Indonesia. Demikian disampaikan Ketua Panja RUU Pertembakauan, Firman Subagyo, menepis tudingan gerakan anti-tembakau yang menyatakan industri rokok di balik RUU Pertembakauan yang saat ini dibahas DPR. Tuduhan tersebut merupakan propaganda hiperbolis yang mengancam semangat nasionalisme di Indonesia.

Firman menganggap ancaman gerakan anti-tembakau dari dalam negeri jauh lebih berbahaya daripada ancaman lansung dari negara asing. Menurut dia, orang atau para aktivis anti-tembakau dapat merusak tatanan negara dari dalam, dan itulah yang dimanfaatkan pihak asing. Mereka mengendalikan orang-orang penting di negara ini untuk merusak Indonesia.

RUU Pertembakauan merupakan aspirasi dan kebutuhan hukum berbagai pemangku kepentingan, diharapkan dapat memperbaiki regulasi dari berbagai aspek. Seperti pengelolaan tembakau baik dari sisi budidaya, kepentingan petani, produksi, tata niaga, penerimaan negara, ketenagakerjaan, maupun aspek kesehatan.

RUU Pertembakauan masuk dalam RUU Prolegnas Prioritas tahun 2015 dan 2016. Baleg sudah cukup mendapatkan masukan dari berbagai pihak, seperti Komnas Pengendalian Tembakau, pelaku usaha pabrik, kelompok tani, serta kepala daerah. Meski demikian, sejak awal Baleg belum mengesahkan di Paripurna DPR kali ini.

RUU itu nantinya bertujuan untuk melindungi rakyat terutama petani tembakau. UU ini tidak berpihak kepada kepentingan pengusaha, tapi mengatur hulu dan hilirnya pertembakauan di Indonesia. RUU Pertembakauan ini semata-mata untuk rakyat, untuk menjamin keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. UU tidak boleh diskriminatif. Tidak boleh mematikan tembakau, karena petani punya hak untuk hidup.

Gerakan anti-tembakau bagai lagu yang diputar berulang-ulang yang rutin terus-menerus diperdengarkan. Mereka mengatakan bahwa RUU Pertembakauan semakin menjauhkan Indonesia dari upaya ratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Indonesia akan semakin dipermalukan di dunia internasional karena belum meratifikasi FCTC.

FCTC bicara soal kesehatan pada kulit muka, namun bicara soal penyeragaman pada intinya. Produk tembakau harus diseragamkan, sesuai dengan produk internasional (rokok putih). Tidak akan ada lagi kretek, yang khas Indonesia. Apakah salah jika RUU Pertembakauan ingin melindungi produk khas dalam negeri?

Apakah tidak semakin malu negeri ini ketika industri yang 100% berwajah dalam negeri, baik dari hulu hingga hilir, akan dimatikan asing. Bicara soal malu, Amerika Serikat juga memproduksi tembakau dan produk rokok di tingkat global, notabene merupakan inisiator lahirnya FCTC, toh ternyata hingga kini juga belum meratifikasi/mengaksesi FCTC.

Sumber gambar: Ryan

http://membunuhindonesia.net/2016/06/propaganda-hiperbolis-gerakan-anti-tembakau-dikendalikan-asing/

Tembakau Tiongkok

Tanaman tembakau pertama yang masuk Tiongkok berasal dari jenis Nicotiana tabacum, jenis tembakau khas Amerika dengan daun-daun yang lebar dan bunga-bunganya yang berwarna ungu. Jenis ini sangat umum ditanam di seluruh Tiongkok dan daerah-daerah perbatasan.

Sedang Nicotiana rustica, jenis tembakau dengan bunga-bunga berwarna kuning dan daun-daun yang lebih lebar, hanya ditanam pada suatu wilayah yang terbatas, terutama di daerah Provinsi Shen-si sebelah utara dan di daerah-daerah distrik pegunungan Hupeh dan Sech’wan. Di daerah ini tembakau ditanam hingga ketinggian sembilan ribu kaki dan hanya untuk konsumsi lokal. Pada ketinggian ini jenis tembakau lain tidak akan berhasil ditanam.

Pada umumnya, profesi kedokteran Tiongkok memberikan penghargaan kepada pemakaian tembakau, sekalipun beberapa orang dokter tidak lupa mengakui dan melaporkan efek-efeknya yang merugikan kendati dalam bahasa tersamar. Tembakau dipakai dalam bidang kehidupan yang sangat luas.

Di samping untuk penyembuhan penyakit malaria, rebusan daun tembakau bisa dipakai untuk membinasakan berbagai serangga dan penyakit kulit yang bersifat parasit. Olahan daun tembakau juga bisa dipakai untuk menghentikan aliran darah luka.

Sedang gagang bunganya yang dipandang lebih beracun daripada daun-daunnya, dipakai untuk membius ikan dengan cara dirajang halus-halus, kemudian dilumatkan dengan kulit sejenis pohon kenari yang hijau warnanya. Lumatan ini dimasukkan ke dalam air tempat ikan yang dituju.

Di samping itu, uap yang dihisap dari perasan daun tembakau yang masih segar, jika dicampur dengan damar dari sejenis pohon cemara, dipercaya bermanfaat untuk penyembuhan kerusakan pembuluh darah.

Daun-daun tembakau yang telah dicacah bisa dipakai untuk mengobati gigitan ular. Daun-daun yang telah dikeringkan kadang-kadang tampak diletakkan di tempat tidur atau dibakar di bawah tempat tidur untuk mengusir kutu busuk.

Lapisan bagian dalam pipa tembakau yang telah lama, dipandang merupakan obat paling mujarab untuk mengobati gigitan ular berbisa. Bahan ini, seperti halnya air dari pipa air yang dipakai untuk menikmati tembakau, jika dicampur dengan nikotin, dipercaya merupakan hasil dari lima unsur—air, api, kayu, logam, dan tanah—yang timbul dalam proses merokok dan karena itu disebut “pil lima unsur”. Pil ini dipakai untuk membunuh serangga dan mengobati berbagai penyakit kulit, gigitan ular, kelabang, dan keperluan-keperluan lain semacam itu.

(Dari Amen Budiman dan Onghokham, Hikayat Kretek, Jakarta: KPG, 2016, h.50-51)
Sumber foto: cina.panduanwisata.id

Video Rahasia Tembakau yang disembunyikan


Banyak orang tau jika tembakau itu membahayakan..
padahal itu adalah sebaliknya..

disinilah kita mesti banyak belajar dari apa yg kita dapat..
kerena terkadang menyesatan..

silakan simak video diatas untuk lebih lengkapnya

Hasil Laboratorium Tembakau Indonesia


Inilah kelebihan Tembakau Indonesia yang sedang di lirik Oleh Negara Luar.. jangan sampai kita yang punya tanaman, tapi mereka yang menikmati hasilnya.

Ternyata begitu banyak manfaat dan khasiat dari tembakau.

Tembakau Indonesia Dalam Sejarah Perjalanannya

Mengingat Kembali sejarah Tembakau di Indonesia..
Silakan Simak Video dibawah ini untuk mengenal sejarah rempah2 tembakau kita..
jangan sampai kita dibodohi oleh mereka yang Anti terhdapat tembakau..

selamat Menyaksikan...

Kretek Rempah Indonesia, Kreteknya Budaya bangsa


Kretek Rempah merupakan kretek yang terbuat dari rempah-rempah pilihan, sehingga rokok yang satu ini bisa dijadikan sebagai terapi kesehatan, kerena rempah yang ada dalam rokok ini semuanya bisa dijadikan obat.


Manfaat Rokok Bagi Kesehatan Manusia.

Anda pasti terkaget-kaget ketika membaca judul warta ini. Sama seperti terkejutnya saya ketika pertama kali membaca dari sumbernya. [1] Saya sadar informasi negatif tentang rokok dan kebiasaan merokok dijejalkan kepada kita sudah sejak lama. Sebagian besar menghubung-hubungkan dampak buruk asap rokok dan zat-zat yang terkandung di dalamnya terhadap kesehatan tubuh manusia. Informasi tersebut diterima oleh masyarakat luas yang awam mengenai riset dan penelitian sebagai kebenaran mutlak yang tidak perlu diperdebatkan.

Namun tidak demikian dengan para ilmuwan. Sesuai dengan bidang ilmunya mereka mengadakan penelitian seputar dampak rokok dan merokok bagi kesehatan dengan berangkat dari dasar pemikiran yang netral. Mereka mencoba menggali adakah manfaat zat-zat yang terdapat di dalam sebatang rokok untuk kesehatan manusia, yang selama ini sudah diberi stigma negatif secara luas.
Warta ini tentu tidak bermaksud mengajak anda untuk mulai merokok atau meneruskan kebiasaan anda mengisap asap tembakau. Tetapi adalah hak anda untuk percaya atau tidak bahwa nikotin dan zat-zat lain yang juga berasal dari alam dan berada di dalam rokok juga mempunyai kegunaan.
Berikut beberapa riset yang menguak manfaat rokok bagi kesehatan manusia. Saya bukan seorang dokter atau peneliti bidang kesehatan, jadi pembahasan ilmiah tentang isi warta ini bisa diperdebatkan oleh para pakar sendiri.


1. Merokok Mengurangi Resiko Parkinson
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa merokok melawan penyakit Parkinson. Sebuah penelitian terbaru menambah kuat bukti sebelumnya yang melaporkan bahwa merokok dapat melindungi manusia dari penyakit Parkinson. Secara khusus, penelitian baru tersebut menunjukkan hubungan temporal antara kebiasaan merokok dan berkurangnya risiko penyakit Parkinson. Artinya, efek perlindungan terhadap Parkinson berkurang setelah perokok menghentikan kebiasaan merokoknya. [2]

Studi lain mengenai pengaruh positif merokok terhadap Parkinson Desease (PD) adalah sebuah penelitian terhadap 113 pasangan kembar laki-laki. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Tanner terus melihat perbedaan yang signifikan ketika dosis dihitung sampai 10 atau 20 tahun sebelum diagnosis. Mereka menyimpulkan bahwa temuan ini menyangkal pernyataan bahwa orang yang merokok cenderung memiliki PD. [3] Masih banyak penelitian yang lainnya mengenai kebiasaan merokok yang
berguna melawan Parkinson. [4]


2. Perokok lebih kuat dan cepat sembuh dari serangan jantung dan stroke
Penelitian besar menunjukkan manfaat lain merokok, yakni manfaat terhadap restenosis atau penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah menjadi terbatas, seperti pembuluh darah ke jantung (cardiovaskular disease) atau ke otak (stroke) Perokok memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup dan penyembuhan yang lebih cepat. [5]
Penelitian lain menyebutkan krbon mnoksida dapat mengurangi serangan jantung dan stroke. Karbon monoksida merupakan produk sampingan dari asap tembakau. Sebuah laporan menunjukkan tingkat sangat rendah dari karbon monoksida dapat membantu para korban serangan jantung dan stroke. Karbon monoksida menghambat pembekuan darah, sehingga melarutkan gumpalan berbahaya di pembuluh arteri. Para peneliti memfokuskan pada kemiripan yang dekat antara karbon monoksida dengan oksida nitrat yang menjaga pembuluh darah tetap melebar dan mencegah penumpukan sel darah putih. Baru-baru ini oksida nitrat telah ditingkatkan statusnya dari polutan udara biasa menjadi penghubung fisiologis terpenting kedua secara internal. Oleh karena itu tidak akan mengherankan kalau karbon monoksida secara paradoks dapat menyelamatkan paru-paru dari cedera akibat penyumbatan pembuluh darah ke jantung (cardiovascular blockage).[6]


3. Merokok mengurangi resiko penyakit susut gusi yang parah
Dulu disebutkan bahwa tembakau adalah akar semua permasalahan penyakit gigi dan mulut. Padahal sebuah studi menunjukkan bahwa sebenarnya perokok berisiko lebih rendah terhadap penyakit gusi. [7]


4. Merokok mencegah asma dan penyakit karena alergi lainnya
Sebuah studi dari dua generasi penduduk Swedia menunjukkan dalam analisis multi variasi, beberapa anak dari para ibu yang merokok sedikitnya 15 batang sehari cenderung memiliki peluang yang lebih rendah untuk menderita alergi rhino-conjunctivitis, asma alergi, eksim atopik dan alergi makanan, dibandingkan dengan anak-anak dari para ibu yang tidak pernah merokok. Anak-anak dari ayah yang merokok sedikitnya 15 batang rokok sehari memiliki kecenderungan yang sama. [8]


5. Nikotin membunuh kuman penyebab tuberculosis (TBC)
Suatu hari Nikotin mungkin menjadi alternatif yang mengejutkan sebagai obat TBC yang susah diobati, kata seorang peneliti dari University of Central Florida (UCF). Senyawa ini menghentikan pertumbuhan kuman TBC dalam sebuah tes laboratorium, bahkan bila digunakan dalam jumlah kecil saja, kata Saleh Naser, seorang profesor mikrobiologi dan biologi molekuler di UCF. Kebanyakan ilmuwan setuju bahwa nikotin adalah zat yang menyebabkan orang menjadi kecanduan rokok. [9]


6. Merokok mencegah kanker kulit yang langka
Seorang peneliti pada National Cancer Institute berpendapat bahwa merokok dapat mencegah pengembangan kanker kulit yang menimpa terutama orang tua di Mediterania wilayah Italia Selatan, Yunani dan Israel. Bukan berarti merokok disarankan untuk populasi itu, kata Dr James Goedert, namun yang penting adalah merokok tembakau dapat membantu untuk mencegah kanker yang langka bentuk. Dan ini adalah sebuah pengakuan dari peneliti di National Cancer Institute bahwa ada manfaat dari rokok. [10]


7. Merokok mengurangi resiko terkena kanker payudara
Sebuah penelitian baru dalam jurnal dari National Cancer Institute (20 Mei 1998) melaporkan bahwa pembawa mutasi gen tertentu (yang cenderung sebagai pembawa kanker payudara), yang merokok selama lebih dari 4 pak tahun (yaitu, jumlah pak per hari dikalikan dengan jumlah lamanya tahun merokok) menurut statistik ternyata mengalami penurunan signifikan sebesar 54 persen dalam insiden kanker payudara bila dibandingkan dengan pembawa yang tidak pernah merokok. Salah satu kekuatan dari penelitian ini adalah bahwa penurunan insiden melebihi ambang 50 persen. [11]


8. Nitrat Oksida dalam nikotin mengurangi radang usus besar
Nikotin mengurangi aktivitas otot melingkar, terutama melalui pelepasan nitrat oksida, dalam kasus ulcerative colitis (UC) atau radang usus. Temuan ini dapat menjelaskan beberapa terapi manfaat dari nikotin (dan merokok) terhadap UC dan dapat menjelaskan mengenai disfungsi penggerak kolon pada penyakit aktif. [12]


9. Efek transdermal nikotin pada kinerja kognitif (berpikir) penderita Down Syndrome
Sebuah penelitian mengenai pengaruh rangsangan nikotin-agonis dengan 5 mg jaringan kulit implan, dibandingkan dengan plasebo (obat kontrol), pada kinerja kognitif pada lima orang dewasa dengan gangguan. Perbaikan kemungkinan berhubungan dengan perhatian dan pengolahan informasi yang terlihat pada pasien Down Syndrom dibandingkan dengan kontrol kesehatannya. [13]
Down syndrome adalah penyakit yang disebabkan adanya kelainan pada kromosom 21 pada pita q22 gen SLC5A3, yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental anak ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down. [14]


10. Merokok baik bagi ibu hamil untuk mencegah hipertensi di masa kehamilan dan penularan ibu-anak infeksi Helicobacter pylori
Konsentrasi urin cotinine (tembakau yang bermetabolis di dalam tubuh) mengkonfirmasi berkurangnya risiko Preeklamsia dengan paparan tembakau Eksposur. Preeklamsia adalah kondisi medis di mana hipertensi muncul dalam kehamilan (kehamilan dengan hipertensi) yang bekerjasama dengan sejumlah besar protein dalam urin. Studi ini, meskipun kecil, menunjukkan salah satu manfaat dari merokok selama kehamilan. "Temuan ini, diperoleh dengan menggunakan uji laboratorium, mengkonfirmasi penurunan risiko preeklamsia berkembang dengan paparan tembakau (Am J Obstet Gynecol 1999;. 181:1192-6.) [15]
Sebuah penelitian lain menemukan hubungan terbalik yang kuat antara ibu yang merokok ibu dan infeksi Helicobacter pylori di antara anak-anak prasekolah, di mana ditunjukkan kemungkinan bahwa penularan ibu-anak berupa infeksi mungkin kurang efisien jika ibu merokok. Untuk mengevaluasi hipotesis ini lebih lanjut, dilakukan studi berbasis populasi di mana infeksi H. pylori diukur dengan 13C-urea breath test (tes kandungan urea pada nafas) dalam 947 anak-anak prasekolah dan ibu-ibu mereka. Kami memperoleh informasi rinci tentang faktor-faktor risiko potensial untuk infeksi, termasuk ibu merokok, dengan menggunakan kuesioner standar. Secara keseluruhan, 9,8% (93 dari 947) dari anak-anak dan 34,7% (329 dari 947) dari ibu-ibu telah terinfeksi. Prevalensi (rasio jumlah kejadian penyakit dengan unit pada populasi beresiko) infeksi jauh lebih rendah di antara anak-anak dari ibu yang tidak terinfeksi (1,9%) dibandingkan pada anak-anak dari ibu yang terinfeksi (24,7%). Ada hubungan terbalik yang kuat infeksi anak-anak dengan ibu yang merokok (odds rasio atau penyimpangan disesuaikan = 0,24; interval kepercayaan 95% = 0,12-0,49) di antara anak-anak dari ibu yang terinfeksi, tetapi tidak di antara anak-anak dari ibu yang terinfeksi. Hasil ini mendukung hipotesis dari peran utama untuk penularan ibu-anak berupa infeksi H. pylori, yang mungkin menjadi kurang efisien jika si ibu merokok. [16]




Barangkali anda mencurigai bahwa riset-riset ini didanai oleh perusahaan rokok. Tapi riset-riset ini tidak pernah dipublikasikan secara meluas, kalau memang bertujuan mendukung promosi rokok. Sedangkan informasi ilmiah mengenai bahaya merokok sangat dominan. Sebetulnya propaganda anti-rokok inilah yang perlu dicurigai sebagai upaya mendongkrak penjualan obat-obatan dari perusahaan farmasi. Wallahua’lam.

Kegunaan Daun Tembakau

Mure Merie Lawan Kanker. Penelitian; tembako bise digunain bakal reaktor penghasil protein Growth Colony Stimulating Factor.

Protein Growth Colony Stimulating Factor (GCSF) adalah, suatu hormon yang sangat penting dalam menstimulasi produksi darah.

”Pada dasarnya saya mencoba untuk menghasilkan protein pencetus (GCSF) dengan menggunakan tanaman tembakau (Nicotiana spp L). Tembakau yang diambil adalah tembakau lokal dari varietas yang paling sesuai, yaitu genjah kenongo, dari total 20 varietas lokal saya teliti,” ujar peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Arief Budi Witarto M Eng.

Penelitian Arief dilakukan dengan beberapa ilmuwan dari Jerman. Dia mengungkapkan, selama ini varietas tembakau yang banyak digunakan di luar negeri adalah varietas seperti Havana.

”Ini varietas tembakau yang digunakan untuk cerutu, tapi di luar itu saya juga mencoba dengan varietas lokal,” jelasnya.

Menurut Arief, ia sudah mengumpulkan hampir 20 jenis varietas lokal seperti dari Temanggung dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan, varietas lokal itu tingkat produktivitasnya lebih tinggi.

”Jadi tingkat produksi proteinnya dua hingga tiga kali lipat,” terangnya.

Tentang khasiat daun tembakau, Arief menyatakan, protein dibuat oleh DNA dalam tubuh. Jika DNA dalam tubuh dipindahkan ke tembakau melalui bakteri, maka saat masuk kemudian tumbuhan itu akan membuat protein sesuai DNA yang telah dimasukkan tersebut. Kemudian, jika tumbuhan itu dipanen, maka akan didapatkan protein.

”Protein inilah yang bisa dipakai sebagai protein antikanker,” jelasnya.

Selain untuk protein antikanker, kata Arief, GSCF bisa juga untuk menstimulasi perbanyakan sel tunas (stem cell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang sudah rusak. Lebih jauh Arief menjelaskan, di bidang kedokteran terdapat produk-produk farmasi yang sekarang ini banyak digunakan, yaitu obat maupun vaksin yang berbentuk protein.

”Dalam kegiatan penelitian ini saya mencoba hal yang baru yaitu menggunakan tanaman sebagai media produksinya,” cetusnya.

Arief melanjutkan, dia lebih memilih tanaman lokal karena Indonesia adalah negara tropis yang masih disebut-sebut bersifat agraris. Sehingga, jika disinergikan dengan pertanian hal tersebut lebih cocok.

”Dari sudut ilmiah itu juga ada pemaparan bahwa dengan menggunakan tanaman biaya produksi lebih murah per sepuluh hingga per seratus,” jelasnya.

Kemudian, Arief memberi syarat, tanamanan yang dipilih haruslah tanaman yang budidaya yang dalam waktu singkat bisa panen. Syarat kedua adalah tanaman harus memiliki produksi biomassa, baik umbi atau daun yang lebih besar sehingga efisien. ”Nah, yang ketiga saya kira sekarang dengan adanya bioenergi ini, sebaiknya bukan tanaman pangan,” tegasnya.

Jadi, lanjut Arief, tembakau yang digunakan sebenarnya bukan tanaman tembakau seperti yang ada di pertanian yang bisa langsung dipakai. ”Karena, ini produknya protein yang jadi obat, maka harus disisipkan ke dalam tembakau itu,” cetusnya.
Dengan demikian, kata Arief, nanti tembakaunya akan memproduksi protein yang dikode dengan DNA itu.

Setelah itu, konsepnya sama dengan cara yang biasa. ”Kalau di sini tanamannya kita tanam lalu nanti dari daunnya kita ekstrak sehingga kita dapat protein yang murni dan sudah bebas dari zat berbahaya yang ada di daun tembakau seperti nikotin,” jelasnya.

Arief yang terpilih sebagai penerima penghargaan Fraunhofer-DAAD-Award 2007 dari Jerman untuk riset tentang tembakau molecular farming berharap, hasil penelitiannya dapat digunakan sebagai alternatif dari banyak petani yang khawatir dengan fatwa MUI tentang larangan merokok.

”Saya sendiri merasa senang, karena sebenarnya ketika memulai penelitian ini saya tidak memikir sampai ke arah sana, karena waktu itu belum ada, jadi mungkin ini efek sosialnya,” tegasnya

Fakta Menarik Tentang Rokok

Banyak hal yang mungkin belum kita tau tentang rokok, diantarnya fakta menarik tentang Rokok dibawah ini:
Fakta 1.Rokok umumnya terbagi 3 kelompok: rokok mild, rokok kretek dan cerutu.

Fakta 2.Rokok tipe Mild di presentasikan mempunyai kandungan tar dan nikotin yang paling rendah dibanding rokok kretek dan hal ini dikontrol dengan baik/dijamin oleh pabriknya, karena kerendahan kadar tar dan nikotin ini justru menjadi "nilai jual" bagi mereka berkaitan dengan isu kesehatan.(tar dan nikotin adalah penyebab kanker).

Fakta 3.Rokok mild memiliki sekitar 14-15 mg tar dan 5 mg nikotin. Karena ringan kandungan tar dan nikotin nya, maka rokok jenis mild juga diberi istilah light, misalnya rokok LA Light, Marlboro light dll.

Fakta 4 "Keringanan" kandungan tar dan nikotin ini dikarenakan (a)Pengolahan lebih lanjut dilakukan terhadap tembakau sebelum dicacah halus menjadi setengah serbuk.Cara pengolahan nya dirahasiakan pabrik :) (b)Penggunaan teknologi "filterisasi" pada batangan rokok, yaitu menambah busa pada bagian yang akan dihisap sehingga busa berfungsi sebagai penyaring nikotin dan tar (dan memang lewat penelitian terbukti efektif/signifikan).

Fakta 5. rokok putih adalah rokok yang hanya mengandung tembakau sedangkan rokok kretek adalah rokok yang mengandung tembakau dan cengkeh.

Fakta 6. Rokok tipe kretek memiliki sekitar 20 miligram tar dan 4-5 miligram nikotin.Lebih besar kandungan tar dan nikotin nya dari rokok mild, sehingga resiko kanker menurut dokter jadi lebih besar pula.Rokok tipe kretek ini contoh nya Dji Sam Soe.

Fakta 7. Disebut rokok "kretek" karena menurut penggemarnya kalau rokok jenis ini dibakar akan mengeluarkan bunyi "kretek-kretek" (yaitu suara kertas bercampur tembakau cacahan agak kasar yang terbakar).

Fakta 8. Cerutu umumnya berbentuk seperti torpedo/kapal selam dengan ukuran lebih besar dan panjang dari dua jenis rokok pertama.Terdiri dari daun tembakau kering yang digulung-gulung menjadi silinder gemuk, lalu dilem. (Jadi tidak dicacah daun tembakau nya).Akibatnya cerutu menjadi yang paling besar dari segala jenis rokok kandungan tar dan nikotin nya dan menjadi yang paling berbahaya menurut dokter.

Fakta 9. Rokok jenis ini sering tampil bergaya bersama aktor Holywood zaman dulu misalnya Clark gable bintang Gone with the wind.Pak harto juga gemar dan mengkoleksi rokok jenis ini.Termahal adalah cerutu Cuba...harga nya bisa jutaan rupiah untuk satu batangnya dan dikemas dalam kotak eksklusif.

Nama Daerah Penghasil Tembakau Kelas Dunia


Indonesia adalah salah satu penghasil tanaman tembakau terbesar dunia. Oleh para petani tembakau, tanaman ini bahkan kerap dijuluki “emas hijau.” Tiap daerah juga memiliki kekhasan cita rasa masing-masing. Tembakau lokal Indonesia juga dikenal memiliki kualitas nomor wahid. Bahkan, jenis tembakau indonesia merupakan komoditas yang paling diburu di pasar tembakau internasional. Berikut ini merupakan lima daerah di Indonesia yang merupakan penghasil tembakau kelas wahid:

Temanggung
Tembakau tak pernah lepas dari kota kecil di jawa tengah yaitu Temanggung. Berada di dataran tinggi dengan letak geografis yang membentang dari lereng Gunung Sumbing sampai Gunung Sindoro, menjadikan Temanggung sebagai ‘surga’ tembakau. Tembakau Srintil, merupakan primadona utama dari Temanggung. Beberapa penikmat rokok kretek menyebut, rokok tanpa tembakau dari Temanggung ini tidak akan menjadi rokok yang mantap dan berkualitas.

Deli
Sejak era kolonial, Deli telah dikenal sebagai salah satu penghasil tembakau terbaik dunia. Karl J. Pelzer, penulis buku Toean Keboen dan Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria (1976), menyebut Deli sebagai ’Dollar Land’. Perpaduan antara benih, iklim dan jenis tanah di daerah Deli menghasilkan tembakau dengan aroma serta cita rasa yang sedap dan gurih. Tembakau Deli juga cocok dipakai sebagai pembungkus cerutu. Di pasar tembakau Eropa, tembakau deli dibanrol EUR 150 per kilogram.

Lombok
Lombok merupakan wilayah yang sangat subur untuk pertanian tembakau. Pada musim tertentu, lahan persawahan di sana akan tampak hijau oleh daun-daun tembakau. Jenis tembakau senang, merupakan salah satu dari jenis tembakau Lombok yang paling digemari dan dicari oleh para pencita rokok kretek. Tembakau beraroma harum dan memiliki warna kuning gading jika telah kering itu tumbuh subur di Dusun Senang, Desa Suntalangu, Lombok Timur.

Jember
Jember cukup terkenal sebagai salah satu daerah penghasil utama tembakau di Indonesia. Jenis tembakau yang banyak ditanam di wilayah ini adalah tembakau Besuki na-oogst. Selai karena aromanya yang khas, tembakau jenis ini terkenal karena elastisnya sehingga sangat pas untuk menjadi bungkus cerutu. Hal itu yang membuat tembakau ini terkenal di pasar internasional.

Madura
Kabupaten Pamekasan adalah salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Madura, dengan luas lahan mencapai 31.251 hektare (tersebar di 13 kecamatan). Sebagian besar tembakau madura diserap oleh pabrik rokok sebagai bahan baku utama rokok maupun sebagai racikan atau campuran kretek. Madura juga terkenal dengan tembakau campalok. Keberadaan tembakau ini cukup langka. Sebab lahan tanam tembakau Campalok hanya terdiri atas dua petak berbentuk huruf U, dan cuma menghasilkan 7 kilogram tembakau setiap musimnya. Lahan tersebut berada di di dusun Jembengan, Desa Bakeong, Kecamatan Guluk-guluk, Sumenep, Madura.

Sumber : http://rokokindonesia.com/5-daerah-penghasil-tembakau-kelas-dunia-di-indonesia/

Asing Jual Cerutu Boleh, Kok Kretek Indonesia Tak Boleh?

Jakarta - Ahok geram dengan kampanye antirokok. Aktivis penolak rencana pameran mesin rokok kena murka di Balai Kota. Ahok merasa ada ketidakadilan pihak asing dalam menyikapi industri tembakau di Indonesia.

"Tembakau cerutu boleh, asing jual cerutu begitu hebat. Kretek khas Indonesia kok kamu bilang enggak boleh? Yang penting, batasi saja perokok pasif. Tugas saya itu mengadministrasi keadilan sosial," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Ahok menduga kampanye antirokok didalangi oleh perusahaan farmasi yang menggencarkan rokok sintetis. Padahal menurut Ahok, rokok sintetis juga belum bisa dipastikan lebih sehat dibanding rokok tembakau.

"Saya bisa menduga seperti itu. Sekarang rokok sintetis yang dibikin dari farmasi luar negeri, asing-asing, mau menggantikan rokok. Kamu tahu enggak ada penyakit atau tidak pada 20-30 tahun kemudian?" kata Ahok.

Ahok menegaskan, dirinya bukanlah perokok termasuk keluarganya juga bukan perokok. Bahkan Ahok tak tahan dengan asap rokok. Sikap tidak setujunya juga bukan dipengaruhi pengusaha tembakau.

"Keluarga saya enggak ada bisnis rokok, enggak ada bisnis tembakau, enggak ada," ujar Ahok.

Aktivis antirokok juga dituntutnya untuk memikirkan akibat ekonomi bila rokok dilarang. Nasib petani tembakau juga harus dipikirkan masak-masak bila pihak-pihak tersebut menuntut pelarangan rokok.

"Petani tembakau kita bagaimana? Yang bekerja di pabrik rokok bagaimana?" kata Ahok.

Menolak Aktivis Penolak Pameran Mesin Rokok

Rencananya, akan ada pameran mesin rokok internasional atau World Tobacco Process and Machinery (WTPM) pada 27 hingga 28 April 2016. Ahok tak mau memenuhi tuntutan aktivis yang datang kepadanya untuk melarang penyelenggaraan pameran itu. Toh, gedung pameran yang entah akan dipilih di mana itu juga bukan punya Ahok pribadi.

"Kalau Anda enggak suka asap mobil, berarti enggak boleh pameran mobil nanti? Asing enggak usah terlalu memengaruhi anak-anak muda ini, yang rokok enggak boleh segala macam," kata Ahok.

Ahok memang tak setuju untuk melarang pameran itu. Tapi Ahok tetap menegakkan regulasi Pergub Nomor 50 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembinaan, Pengawasan, Penegakan Hukum Kawasan Dilarang Merokok. 

"Tapi kalau Anda bilang melarang iklan rokok seluruh Jakarta, oh saya larang. Saya ketat itu. Kamu merokok dalam ruangan, saya larang. Saya mau bikin seluruh Jakarta, bus kita semua enggak boleh merokok. Kalau kamu merokok, semua saya sikat," kata Ahok.

Ahok menyatakan bisa saja melarang pameran mesin rokok. Namun syaratnya, harus ada landasan hukum yang menyatakan rokok adalah barang terlarang.

"Kecuali Anda melarang rokok di seluruh dunia. Keluarkan resolusi PBB, bahwa rokok di seluruh dunia dilarang seperti morfin! Bikin!" kata Ahok kepada aktivis dan wartawati asing.

Aktivis Penolak Pameran Mesin Rokok Kecewa

Aktivis penolak rencana pameran mesin rokok kecewa mendapati sikap Ahok yang tak simpatik menerima aspirasinya. Penggagas penolak rencana pameran itu di change.org, yakni Yosef Rabindanata menyatakan kelompoknya juga berasal dari lintas universitas.

"Sangat kecewa. Karena sebelumnya Ahok bilang mendukung kawasan tanpa rokok dan melindungi perokok pasif. Tapi dia tidak menolak pameran mesin rokok, bahwa ada pameran mesin rokok juga berpotensi menggantikan petani," kata Yosef.

(dnu/Hbb)
Sumber : http://news.detik.com/berita/3182005/ahok-asing-jual-cerutu-boleh-kok-kretek-indonesia-tak-boleh

Racikan Assikha Gold "Luarbiasa"

25 tahun selama menjadi greader tembakau untuk pabrikan nasional, dan sudah banyak pabrikan yang melakukan pembelian tembakau dengan macam2 produk kretek yang di produksi dan pernah saya coba, namun saya salut dengan taste racikan Assikha gold, Luar biasa, saya sangat yakin produk ini akan menggemparkan indonesia, saya akan support penuh untuk ketersediaan bahan tembakau terbaik madura. Untuk indokretek, Kretek Rempah indonesia. 
Master greader madura tabac.@ Gudang Tembakau , pamekasan Madura indonesia.

BENARKAH TEMBAKAU BERBAHAYA ?

Apa yang ada di dalam rokok masih menjadi satu perdebatan. Yang jelas kebanyakan berikan nilai negatif. Sayangnya tembakau yang menjadi bagian di dalamnya juga terkena imbasnya. Bahkan dianggap sebagai pemicu kanker.
Tak urung Pemerintahpun ikut mengeluarkan peringatannya. MEROKOK MEMBUNUHMU. Benarkah demikian..? Kami coba mengungkap hal itu disini.


Sumber data dan dokumentasi, bekerjasama dengan Lembaga Tembakau Jember

PERBEDAAN KRETEK BIASA DENGAN KRETEK REMPAH CK

Perbedaan Kretek Biasa dengan Kretek Rempah Indokretek:

Saus pada kretek biasa menggunakan bahan kimia sintetis (tiruan) rempah-rempah, sedangkan pada kretek rempah hanya menggunakan ekstrak rempah-rempah (asli)
Bahan pelarut saus pada rokok kretek biasa menggunakan alkohol, sedangkan pada kretek rempah menggunakan madu

Kretek biasa jika disimpan terlalu lama akan dapat mengurangi kualitas rasanya, sedangkan pada kretek rempah disimpan makin lama makin enak dan mantap

Kretek biasa menghasilkan asap yang menyengat dan membekas di pakaian, sedangkan kretek rempah asapnya lembut dan tidak membekas di pakaian.

Mana yang Anda pilih??

Rokok CigarsKruie